Review Film Stip dan Pensil,  Ketika Tugas Sekolah Mengubah Pandangan 4 Sahabat

Review Film Stip dan Pensil,  Ketika Tugas Sekolah Mengubah Pandangan 4 Sahabat

Review Film Stip dan PensilLahir dari keluarga kaya raya memanglah sebuah anugrah bagi sebagian orang termasuk kepada 4 orang siswa SMA bernama Toni, Aghi, Bubu, dan Saras. Memiliki harta yang melimpah, membuat mereka dinilai menjadi sosok yang sombong disekolahnya sehingga banyak siswa lain yang membenci mereka.

Memiliki harta yang melimpah juga membuat mereka menjadi bahan ejekan oleh siswa lain karena dianggap sebagai anak yang manja. Suatu hari, guru mereka memberikan tugas untuk menulis esai seputar permasalahan sosial yang mereka ketahui.

Baca Juga : Review Film ILY From 38.000 FT, Perjuangan Aletta Meluluhkan Dinginnya Sifat Arga

Dengan sombongnya, Toni dan temannya mengatakan bahwa mereka akan membangun sekolah dikolong jembatan untuk anak-anak kurang mampu yang tinggal disana. Ketiga temannya pun setuju, mereka masih menganggap bahwa mengajar merupakan  kegiatan yang gampang dilakukan dan bisa dilakukan oleh semua orang.

Berita mengenai rencana mereka membangun sekolah pun tersebar dan para siswa menjadikan hal itu sebagai bahan ejekan untuk mereka. Toni dan temannya pun tak ambil pusing akan hal tersebut, dan memilih untuk focus mewujudkan rencana mereka.

Namun sayang, realita tak sesuai dengan harapan. Saat mereka mencoba membangun sekolah di bawah jembatan muncul berbagai masalah yang bahkan belum pernah mereka alami sebelumnya. Seperti orang tua yang tidak mau anaknya ikut sekolah gratis, anak-anak yang enggan mengikuti sekolah dan sangat sulit diatur, hingga penggusuran pemukiman kumuh.

Review Film Stip dan Pensil

Membangun sekolah untuk anak kurang mampu memang menjadi tantangan tersendiri bagi Toni dan kawannya. Mengingat bahwa perbedaan persepsi antara mereka dan anak-anak yaitu mencari uang untuk kebutuhan hidup lebih penting daripada belajar memang sangat melekat bagi kebanyakan anak-anak disana.

Belum lagi dalam film ini mereka juga mengangkat isu mengenai stereotype tentang anak yang berasal dari keluarga kaya adalah anak malas, kesenjangan sosial, pembullyan, hingga penyebaran berita hoax juga dihadirkan dalam film ini.

Walaupun bergenre komedi, namun film yang dibintangi oleh Ernest Prakasa, Ardit Erwandha, Tatjana Saphira, Indah Permatasari, hingga Arie Kriting. Mampu memberikan banyak nilai kehidupan yang terdapat dalam film ini.

Lalu bagaimanakah kelanjutan toni dan kawan-kawan dalam melaksanakan rencana mereka? Akankah mereka berhasil dan membungkam bullyan dari siswa lainnya? Untuk kamu yang penasaran akan akhir ceritanya kamu bisa nonton Stip dan Pensil full movie di Vidio ya!

Artikel Terkait

Review Film Tri Mas Getir, Perjuangan Ciang Pek Melunasi Hutangnya. Ada Titi Kamal!

Review Film Tri Mas Getir, Perjuangan Ciang Pek Melunasi Hutangnya. Ada Titi Kamal!

Ini Dia Alasan Nonton Film Flight 555, Komedi Ringan Tentang Pembajak Pesawat

Ini Dia Alasan Nonton Film Flight 555, Komedi Ringan Tentang Pembajak Pesawat

Review Film Love For Sale, Ketika Cinta Mengubah Hidup Si Penyendiri

Review Film Love For Sale, Ketika Cinta Mengubah Hidup Si Penyendiri

Menilik Perjuangan Eko dalam Eko Yuli Irawan The Movie

Menilik Perjuangan Eko dalam Eko Yuli Irawan The Movie